Penggunaan pupuk untuk kebutuhan tanaman pertanian sudah saatnya dilakukan secara bijak, artinya petani harus memulai membatasi penggunaan pupuk kimia dan beralih ke pupuk organik yang ramah lingkungan. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dapat mengganggu unsur hara tanah pertanian yang berakibat menurunkan produksi hasil pertanian.

Menyadari pentingnya pupuk organik untuk kelangsungan pertanian tersebut, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lombok Timur menyelenggarakan sosialiasi pertanian terintegrasi  (integrated farmer) bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI)  Perwakilan NTB dan BRI Cabang Selong. Kegiatan ini dibuka Kepala Dinas Pertanian  Ir. Zaini  yang dihadiri Petugas Pertanian Lapangan (PPL) serta perwakilan kelompok tani, Selasa 21/2/17.

Sebagai nara sumber pada kegiatan ini Dr. Ir. H. Nugroho Widiasmadi, M.Eng (Staf Ahli BI) menyampaikan materi berjudul Pengendalian Inflasi Nasional dan Daerah Melalui Program Integrated Ecofarming Berbasis MA-11. Dijelaskan bahwa program pertanian terintegrasi bertujuan untuk:  1. Membangun kemadirian petani, 2.Mempercepat penguatan sektor riil melalui inovasi terdepan, terukur dan berkelan-jutan, 3. Meningkatkan produksi pertanian secara kualitas dan kuantitas menuju terwujudnya pangan sehat, 4. Meningkatkan daya tahan komoditas untuk menghadapi global warning, 5. Ketahanan pangan, dan 6. Konservasi tanah dan air.

Dr. Nugroho juga mempromosikan pupuk organik aktif berdasarkan hasil penelitiannya yang memanfaatkan limbah pertanian dan peternakan yang menggunakan metode inovasi Microbakteri Alfaafa (MA-11).  Sedangkan materi lain yang disampaikan pada kegiatan ini yaitu:  Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) serta Mengenal ciri-ciri keaslian mata uang rupiah.  (Tim Peliput Kominfo).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *