Silaturrahmi pemerintah Daerah dengan mitra usaha petani tembakau virginia andalan Kabupaten Lombok Timur, hal ini diselenggarakan dalam rangka menyatukan persepsi antara pemerintah, mitra usaha dan para petani tembakau di Lombok Timur acara ini berlangsung Selasa (11/7) bertempat di Pendopo 2 Wakil Bupati Lombok Timur.
Hadir Pada acara tersebut Wakil Bupati Lombok Timur, Kepala Dinas Pertanian, Pimpinan Mitra Usaha Tembakau Lombok Timur dan Para petani tembakau.
H. HAERUL WARISIN Wakil Bupati Lombok Timur, dalam acara silaturahmi tersebut menyampaikan acara ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah, oleh karenanya dua hal penting yang dipetik dari agenda tersebut yang pertama bersilaturahmi dan yang kedua supaya pemikiran antara Pemerintah, Pengusaha dan para petani tembakau tidak berbeda serta selalu tetap dalam tugas komunitas kita masing-masing.
“Para petani himbau wakil Bupati harus memberikan anggapan yang bagus terhadap pemerintah begitu pula para petani memberikan anggapan yang bagus pula terhadap pengusaha”.
“Sebaliknya Pemerintah, memiliki kewajiban bagaimana masyarakatnya sejahtera dan pemerintah juga berkewajiban, bagaimana perusahaan juga dapat berdiri kokoh sehingga dapat bermitra dengan Pemerintah Lombok Timur berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pengusaha”.
Dari pertemuan tersebut juga harap Wakil Bupati bagaimana kita memberikan suasana yang kondusif, terhadap anggapan-anggapan yang baik dari para mitra usaha, petani dan Instansi terkait dalam hal ini Dinas Pertanian. Oleh karena itu pemerintah mengagendakan pertemuan seperti ini untuk membuat suatu kesepakatan, walaupun kesepakatan itu bersifat relatif, sebab tembakau ini, tidak sama dengan produksi pertanian yang lain.
Sebelumnya Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur menyampaikan beberapa hal terkait penyaluran Bansos BPHCT sebesar 17 Miliyad kepada para petani tembakau yang saat ini masih dalam proses validasi data dan dari proposal yang masuk, luas areal penanaman tembakau di Lombok Timur seluas 15.717 H dengan jumlah petani tembakau sebanyak 13.904 orang. Dibandingkan dengan tahun 2016 di tahun 2017 ini ada penurunan dikarenakan petani yang luas areal pertaniannya kurang dari 30 are tereliminir atau tidak akan mendapatkan program ini. Sehingga di tahun 2017 para petani akan menerima lebih besar dari program BPHCT dan hal ini di lakukan agar hasil hasil produksi lebih baik.(Haryadi Humas Protokol)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *