Selong – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lombok Timur, Senin (7/8) merilis informasi bahwa sebagian besar PNS di daerah itu terdiri dari profesi guru dan pengawas sebanyak 6.085 orang. Pengembangan profesi mereka menggunakan sistim kredit dan selama ini masih banyak menemui kendala. Salah satu diantara kendala tersebut, mereka tidak dapat menyusun karya tulis ilmiah yang memenuhi syarat sebagai salah satu item dalam pengusulan FAK. Disebutkan, saat ini sebanyak 3878 guru di Lombok Timur terkendala naik pangkat dari pangkat Pembina (IV/a) ke Pembina Tingkat I (IV/b) sejak tahun 2013.

Bupati Lombok Timur diwakili Asisten Ekonomi Pembangunan, Drs. Sahabudin, MM., meminta para guru tidak terjebak pada rutinitas mengingat hasil pendidikan saat ini sangat menentukan nasib bangsa di masa yang akan datang. Menurutnya, apa yang terjadi saat ini merupakan dampak dari kebijakan bidang pendidikan di masa yang lalu dan apa yang terjadi dalam dunia pendidikan saat ini akan Nampak hasilnya di masa yang akan dating. Karena itu disebutnya guru memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk memperbaiki kondisi di masa yang akan datang.

Menurutnya untuk dapat memberikan kontribusi dalam perbaikan kehidupan masyarakat di masa yang akan datang, Guru haruslah memiliki kepekaan terhadap berbagai perkembangan situasi termasuk perkembangan peraturan-peraturan, agar dapat melahirkan gagasan baru dan berinovasi dalam melaksanakan tugasnya. Dimintanya para Guru untuk tidak terjebak pada rutinitas sehari-hari sehingga lupa berinovasi, para guru harus terus belajar membaca atau menulis dan jangan hanya mengandalkan pengalaman dalam bekerja. Disinyalir, salah satu masalah pokok yang menjadi kendala para guru naik pangkat, karena tidak dapat memenuhi persyaratan untuk menyusun karya tulis ilmiah, tempat dimana para guru menuangkan gagasan inovatifnya terkait dengan pelaksanaan tugasnya.

Dimintanya 50 orang peserta Diklat untuk bersyukur atas kesempatan menjadi peserta karena dari sisi kuantitas masih sangat banyak guru yang membutuhkan keterampilan tersebut.  Ia berpesan agar 50 orang guru yang menjadi peserta harus menunjukkan hasil Diklat dengan kemampuan membuat karya tulis ilmiah dan lolos naik pangkat agar dapat menjadi motivasi dari guru lain untuk mengikutinya nanti, itulah ukuran manfaat Diklat ini katanya.

Lebih jauh dimintanya agar setiap pendidik memandang persoalan pendidikan sebagai persoalan bersama, sehingga pada saat pemerintah harus menyelesaikan suatu persoalan dalam bidang pendidikan guru ikut mengambil peran positif, jangan justru ikut menambah persoalan.

Kepala BKPSDM Kabupaten Lombok Timur, H. Najamudin, M.Si., mensinyalir banyak guru terkendala dalam membuat karya tulis ilmiah karena rendahnya minat baca dan menulis, padahal asal mau belajar menulis saja pasti bisa karena yang ditulis adalah pengalaman bekerja sehari-hari sebagai guru. Mengatasi hal itu BKPSDM bersama Dinas Dikbud telah berupaya mencari solusi terbaik.

Melihat masih banyak guru yang terkendala naik pangkat karena belum memiliki keterampilan membuat karya tulis ilmiah yang terkait dengan tugasnya, di sisi lain anggaran yang tersedia terbatas untuk itu, maka sebenarnya BKPSDM sudah mencoba membuat konsep terobosan yakni sharing dana dengan para guru agar yang mengikuti Diklat lebih banyak, tetapi terbentur dengan payung hukum hal itu tidak dapat dilaksanakan. Ia berharap agar Kemendibud dapat segera menerbitkan paying hokum untuk mengatasi masalah tersebut.

Kabid Pengembangan SDM melaporkan, peserta Diklat sebanyak 50 orang guru yang berasal dari 20 Kecamatan, akan mengikuti kegiatan selama lima hari dan tiga hari terakhir dialokasikan untuk seminar. Semua kegiatan dilaksanakan di Aula MTs Negeri Gelang. (Zar)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *