Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang  bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Timur, menggelar Diklat Tematik Peternakan bagi Peternak,  yang bertempat di Kelompok Tani Ternak Biru Rinjani, Desa Kalijaga Baru, Kec. Aikmel, Kab. Lombok Timur, Kamis (12/10/2017). Diklat ini berlangsung selama 3 hari efektif dari tanggal 12 – 14 Oktober 2017 dengan sumber pendanaan dari APBN-P Kementerian Pertanian.

 

Diklat Tematik Peternakan dibuka oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Lombok Timur, Ir. H. Sutarno Muharyadi yang diikuti 60 orang peternak. Kegiatan ini  diselenggarakan dalam rangka mendukung program Upsus Siwab (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) Kementerian Pertanian, dimana Provinsi NTB merupakan salah satu provinsi yang menjadi perhatian khusus untuk pengembangan ternak. Berdasarkan data yang ada, populasi ternak sapi di Lombok Timur saat ini mencapai angka 126.000 ekor. “Pertumbuhan jumlahnya itu berkisar 10% setiap tahun. Dengan Upsus Siwab ini kami upayakan peningkatan produksinya menjadi 20% melalui inseminasi buatan”, terangnya.

 

Melalui diklat ini Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Lombok Timur menyambut baik karena  hal ini relevan dengan program pemerintah dan berharap kepada para peternak agar mengikuti diklat dengan sungguh-sungguh sehingga mampu menyerap semua materi yang diberikan oleh narasumber, praktisi, dan Tim TOT Peternakan.

 

Sementara itu, perwakilan dari BBPP Kupang,  M. Abdul Aziz, S.Pt, M.AP menjelaskan,  BBPP Kupang adalah unit pelaksana teknis bidang pelatihan peternakan, berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian, dan dibina oleh Kepala Pusat Pelatihan Pertanian. Provinsi NTB merupakan salah satu dari 10 provinsi wilayah kerja BBPP Kupang. Di Tahun 2017, BBPP Kupang melalui APBN-P menyelanggarakan Diklat Tematik Peternakan sebanyak 19 angkatan (570 orang) yang tersebar di Prov. Gorontalo ada 4 angkatan, Prov. Sulawesi Selatan ada 10 angkatan, dan Prov. NTB ada 5 angkatan.

 

Lebih lanjut dijelaskan bahwa Diklat Tematik Peternakan ini merupakan metode diklat dengan materi yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan peserta sehingga diharapkan mampu memecahkan permasalahan yang ada terkait dengan peternakan. Adapun materi yang diberikan kepada peserta antara lain: Kebijakan Program Upsus Siwab, Kelayakan Akseptor, Gangguan Reproduksi, Pakan, Teknik Pendampingan, dan Rencana Implementasi.

 

Sebagai tanda dimulainya diklat, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Lombok Timur, Ir. H. Sutarno Muharyadi menyematkan tanda peserta secara simbolis kepada 2 orang peserta didampingi perwakilan BBPP Kupang, M. Abdul Aziz, S.Pt, M.AP.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *