Bimbingan Teknis Penyusunan Master Plan Smart City Kabupaten Lombok Timur telah berlangsung dalam empat tahap atau delapan kali pertemuan yaitu pertemuan pertama tanggal 18-19 Juli 2017, pertemuan kedua tanggal 4-5 September 2017, pertemuan ketiga tanggal 27-28 September 2017 serta pertemuan tahap keempat (tahap akhir) tanggal 26-27 Oktober 2017.

Untuk diketahui bahwa Smart City atau kota pintar adalah konsep penataan kota sebagai upaya menjembatani masyarakat dengan pemerintah seiring percepatan dan keterbukaan informasi publik. Smart City juga merupakan wujud pertanggung-jawaban pemerintah terhadap pengelolaan anggaran melalui berbagai macam kebijakan. Selain itu Smart City juga menghubungkan berbagai kepentingan dan elemen untuk meminimalisir bahkan meniadakan ketimpangan yang masih menjadi issu penting pembangunan di negara ini.

Pertemuan tahap akhir ini bertujuan untuk finalisasi/review penyelarasan draft Masterplan Smart City dan program Quick Win;  Evaluasi akhir dan masukan penyusunan Masterplan Smart City, perencanaan dan pelaksanaan Quick Win Smart City serta Rencana implementasi program Smart City dalam 5-10 tahun ke depan. Sama dengan pertamuan sebelumnya, pertemuan tahap akhir tetap dengan nara sumber Didik Partono Rudiarto dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.    Dia menjelaskan bahwa program Smart City (Kota Pintar) yang dicanangkan oleh pemerintah  didasari atas keinginan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Salah satunya adalah untuk menciptakan perkotaan dan permukiman yang inklusif, aman, berkelanjutan serta memiliki daya saing di bidang teknologi informatika.  Pada skala nasional, ujarnya, hal ini sejalan dengan pengelolaan kota masa depan Indonesia yaitu kota cerdas yang berdaya saing dan berbasis teknologi. Pilar kota cerdas dijabarkan dalam enam komponen yaitu smart economy, smart people, smart governance, smart mobility, smart environment dan smart living.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *