Sejarah mencatat bahwa Negara Republik Indonesia bisa berdiri tegak dan berdaulat tidak lepas dari semangat bela negara dari seluruh kekuatan rakyat. Mereka berjuang mengorbankan jiwa raganya untuk membela tanah airnya dari para penjajah. Sejarah juga menunjukkan bahwa membela negara tidak hanya dilakukan dengan kekuatan senjata, akan tetapi juga dilakukan oleh setiap warga negara dengan kesadarannya untuk membela negara dengan cara melakukan upaya-upaya politik maupun diplomasi.

Hal itu disampaikan Presiden RI dalam sambutan tertulis dibacakan Sekdakab Lotim Drs. H. Rohman Farly, MM selaku Pembina upacara dalam rangka memper-ingati Hari Bela Negara ke 69 tingkat Kabupaten Lombok Timur, Selong 19 Desember 2017.

Presiden juga mengatakan bahwa semangat bela negara akan menjadi kekuatan yang maha dahsyat apabila diikat dalam tali persatuan Indonesia. Sejarah sudah membuktikan bahwa dengan persatuan, semua tantangan dan ancaman yang dihadapi bangsa akan bisa dilalui bersama. Para pejuang pembela negara bisa membangun kekuatan penjajah hanya dengan kebersamaan dan gotong royong.

Melalui peringatan Hari Bela Negara ke 69 ini, Presiden mengajak semua elemen bangsa untuk membangun kebersamaan dan persatuan dalam menghadapi tantangan bangsa ke depan. Mari kita bangun sinergi antar warga bangsa, walaupun kita berbeda-beda dari berbagai latar belakang profesi, suku, agama maupun golongan tetapi tetap bisa satu dalam mengatasi berbagai persoalan kebangsaan.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *