Penerapan smart city di Lombok Timur dimulai sejak  bulan Mei tahun 2017.  Di NTB, Lombok Timur menjadi kabupaten pertama yang menerapkan Smart City bersamaan dengan 25 daerah lainnya di Indonesia.

Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika dan Persandian Lombok Timur, Drs. H. Ridatul Yasa Sutaryadi, terpilihnya Lombok Timur sebagai daerah yang menerapkan Smart City tahap pertama tak lepas dari agresifitas pemerintah daerah dalam menjemput program tersebut. Baik itu dari segi pembiayaan, infrastruktur maupun ketersediaan regulasi.

Kini Smart City System yang mulai diterapkan di Lombok Timur telah mulai merintis sejumlah aplikasi berbasis teknologi informasi seperti Si Pepadu atau Sistem Informasi Pelayanan Pengaduan Terpadu yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melaporkan segala bentuk pelayanan publik kepada pemerintah agar cepat mendapat respon dan penanganan. Cukup dengan meng-klik keywords sipepadu.lomboktimurkab.go.id masyarakat bisa menemukan aplikasi untuk melapor.

Tidak hanya itu, sebagai bentuk penerapan Smart City System, Dinas Kominfo & Persandian juga sudah merintis basis data menuju one data dari semua Organisasi Perangkat Daerah yang bisa diakses masyarakat melalui website resmi pemda Lombok Timur. Meski diakui hingga saat ini belum semua OPD memberikan datanya dan masih terkendala pada up date data, namun kedepannya sistem ini diharapkan memiliki performa yang lebih baik.

Bahkan pada 14 maret mendatang, juga akan di launching aplikasi baru untuk mengontrol kinerja dan disiplin ASN yang dinamakan sistem kehadiran aparatur pemerintah atau Sikap, sekaligus bersamaan dengan Sistem Bantuan Amanah Rakyat atau Sibat yang digunakan sebagai gambaran perencanaan pendanaan bantuan sosial yang lebih transparan dan berkeadilan.

Smart City System pada akhirnya akan merambah semua bidang seperti pemerintahan, ekonomi, social, branding, lingkungan hingga kehidupan masyarakat guna mewujudkan perecepatan pembangunan yang lebih transparan, berkeadilan dan jauh dari praktek penyimpangan yang bisa menghambat laju pembangunan.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *