Masalah klasik yang selalu menjadi tantangan para pengrajin adalah soal modal. Hal ini kerap menjadi keluhan bagi para pengrajin untuk mengembangkan usaha mereka.

Kepala Dinas Perindustrian NTB, Baiq Eva Nurcahyaningsih mengungkapkan sebenarnya pemerintah sudah menurunkan berbagai program termasuk soal akses modal. Para pelaku usaha seperti para pengrajin bisa mengakses modal melalui Perbankkan seperti Kredit Usaha Rakyat yang disalurkan pemerintah  untuk menopang modal usaha kelompok masyarakat.

Namun menurutnya program ini tidak banyak diakses oleh para pengrajin. Karena mereka belum familyar dengan Lembaga Keuangan seperti Bank.  Karna itu hal ini yang menjadi fokus perhatian pihaknya dalam meberikan pembinaan kepada para pengrajin/ disamping memfasilitasi standarisasi produk kerajinan.

Sedangkan terkait pasar produk kerajinan, pemerintah provinsi telah menyiapkan i- Shop yang ada di Dinas Perdagangan.  Seluruh produk kerajinan yang dimiliki kelpok pengrajin bisa dipasarkan di tempat ini.  Bahkan khusus untuk produk kerajinan tenun Pringgasala, peminatnya saat ini tidak hanya berasal dari dalam Negeri,  melainkan sudah mulai merambah ke pasar dunaseperti Jepang Dan Jerman.

 

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *