Di akhir pekan ini beberapa Organisasi non Pemerintah yang fokus memperhatikan isu anak, perempuan, Pemuda dan Masyarakat Marginal bertandang ke Kabupaten Lombok Timur untuk beraudensi dengan pihak Pemerintah.

Diterima langsung oleh Pejabat Sementara Bupati Lombok Timur H. Ahsanul Khalik, kedatangan mereka bermaksud untuk meminta memohon kebijakan Pemerintah Daerah Lombok Timur untuk turut serta memberi dukungan terhadap kampanye stop pekerja anak di sektor pertanian tembakau.

Menanggapi hal tersebut PJS Bupati Lotim menyatakan Pemkab Lotim akan memberikan dukungan terhadap maksud dan tujuan kedatangan Ornop dimaksud. Tingginya usia putus sekolah di Lombok Timur dikatakan berdampak besar terhadap indeks pembangunan manusia di daerah ini. Aksi Stop Pekerja Anak di sektor pertanian tembakau tersebut dikatakan sejalan dengan program pemerintah daerah untuk mewujudkan kabupaten layak anak termasuk diantaranya melalui penurunan angka pekerja anak dan angka pernikahan usia anak

untuk itu kepada instansi terkait diminta untuk segera menyusun rencana aksi untuk menindak lanjuti rencana kemitraan dengan organisasi non pemerintah tersebut, PJS Bupati Lotim menyinggung mengenai Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau yang direncanakan akan dilokasikan untuk lebih tepat sasaran diantaranya mengatasi persoalan pekerja anak dibidang tembakau

dinyatakan pula dirinya selaku Pejabat Sementara Bupati Lombok Timur akan segera menerbitkan surat edaran kepada pemerintah desa untuk memasukkan perlindungan anak ke dalam peraturan desa sebagai salah satu syarat pencairan dana desa

Kegiatan audensi antara pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan Organisasi non pemerintah tersebut, berlanjut dengan pemaparan kondisi pekerja anak dan keadaan sektor pertanian tembakau di Lombok Timur oleh kepala SKPD terkait.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *