Minggu pagi jam 06.47 Wita warga masyarakat pulau Lombok dikejutkan oleh getaran gempa bumi, warga pun segera menyelamatkan diri masing-masing ke tempat yang lebih aman. Menurut data BMKG gempa ini berkekuatan 6,4 SR (skala richter) yang berpusat pada titik koordinat 8,4 LS dan 116,5 BT di kedalaman 10 kilometer barat laut Lombok Timur.

Gempa tersebut menjadi duka mendalam bagi warga yang terdampak langsung dengan bencana ini, khususnya yang berada di Kabupaten Lombok Timur (wilayah Kecamatan Sembalun dan Sambelia). Akibat peristiwa tersebut 15 orang dilaporkan meninggal dunia (termasuk di KLU), ratusan orang terluka dan segera dilarikan ke rumah sakit serta ribuan rumah mengalami kerusakan. Desa-desa yang paling parah kondisinya adalah Desa Sajang dan Bilok Petung Kecamatan Sembalun serta Desa Obel-Obel dan Madayin Kecamatan Sambelia, sedangkan desa-desa yang berada disekitarnya mengalami kerusakan ringan.

Pasca gempa, Pemkab Lotim lewat BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), TNI/Polri, Tim SAR serta relawan lainnya langsung bergerak cepat untuk melakukan upaya pertolongan bagi para korban gempa. Tim segera mengevakuasi warga yang menjadi korban/baik yang meninggal maupun menyelamatkan warga lainnya ke lokasi yang aman dengan dibuatkan tenda-tenda pengungsian.

Penanganan pertama yang dilakukan adalah memberikan bantuan kesehatan bagi para korban, baik yang luka berat, sedang maupun ringan, termasuk juga korban yang meninggal dunia. Hal ini dilakukan di Kecamatan Sembalun dan Sambelia yang merupakan wilayah paling parah terkena dampak bencana alam. Pertolongan untuk para korban gempa dilakukan dibeberapa tenda darurat mengingat pada saat itu tidak memungkinkan untuk dirawat di Puskesmas terdekat, sedangkan yang luka berat langsung dirujuk ke RSUD dr. Soedjono Selong.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *