Dandim 1615 Lombok Timur Letkol Inf. H. Agus Setiandar kepada wartawan menjelaskan syarat administrasi untuk pembangunan rumah tahan gempa, RTG untuk rumah rusak berat, rusak sedang maupun rusak ringan dipangkas. Selain untuk mempermudah masyarakat, hal ini dimaksudkan untuk mempercepat proses penyelesaian bangunan di lapangan.

Masih menurut Dandim, dari 22 item persyaratan yang diberlakukan untuk rumah rusak sedang maupun rusak ringan kini dipangkas menjadi 9 item. demikian halnya terhadap rumah rusak berat, juga dipangkas menjadi 9 persyaratan.

Selain pemangkasan syarat administrasi, dalam ini tni juga membentuk fasilitator khusus yang terdiri dari Babinkamtibmas untuk membantu fasilitator sipil dalam membangun komunikasi di lapangan. dengan adanya fasilitator yang disiapkan TNI, diharapkan kerjasama akan terbangun lebih baik.

Terkait progres pengerjaan RTG diakui Dandim juga sudah cukup baik. dalam seminggu terakhir, untuk rumah rusak sedang maupun rusak ringan, tercatat 300 rumah sudah diperbaiki.

 Sementara itu Ketua Tim Relawan Penanggulangan Bencana Lombok Timur TGH. Gunawan Ruslan, Lc. Menyatakan, menjamurnya macam RTG  seperti risha, risba, rika, rico dan lainnya sesungguhnya telah melalui proses evaluasi.

Dari sekian banyak jenis bangunan RTG dimaksud, beberapa persoalan kemudian muncul. namun dari hasil evaluasi di lapangan, gunawan menilai yang paling masif melakukan sosialisasi di masyarakat adalah rumah jenis  instan baja atau risba. risba dinilai tahan rayap dan tahan kebakaran.

Meski begitu, Kementrian PUPR seperti dimaklumi sempat mengkaji jenis risba. risba diketahui ramah gempa namun tidak tahan gempa. Kementrian PUPR masih tetap berpegang pada inpres nomor 5 tahun 2018/ bahwa rumah yang dibangun harus tahan gempa.

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *