Di zaman serba teknologi seperti saat ini, membaca Al Quran juga semakin dimudahkan. Tidak lagi membaca kitab suci berupa cetak, namun kita bisa membacanya secara digital.

Yang perlu diingat jika membaca digital melalui layar smartphone atau perangkat lain adalah kesehatan mata. Menurut dokter spesialis mata dr Endang Johani, SpM, dari RS Siloam Lippo Village Karawaci, bukan hanya membaca Al Quran, segala aktivitas penggunaan gadget, seperti main game atau browsing harus memenuhi syarat B3D. Apa itu?

B mengacu pada brightness atau kecerahan layar handphone. dr Endang menyarankan untuk mengaturnya sampai pas nyaman di mata, tidak terlalu terang dan tidak terlalu redup.

D yang pertama untuk distance atau jarak. Jarak membaca yang aman untuk mata normal yakni 30 cm. D yang kedua untuk direction atau arah, yaitu objek bacaan harus tegak lurus dengan mata.

Hasil gambar untuk alquran digital

Sedangkan D yang ketiga untuk duration atau lamanya membaca. dr Endang mengatakan untuk balita yang sudah bisa membaca disarankan maksimal setengah jam, untuk remaja sekitar 1-1,5 jam, dan dewasa disarankan sekitar 2-2,5 jam.

“Agar tidak terjadi over accomodasi, lensa mata cembung terus menerus, harus ada break tadi,” ujar dr Endang.

Jika terlalu lama menatap layar, mata akan mengalami kelelahan atau disebut dengan computerize vision syndroom (CVS), yaitu kondisi yang dihasilkan dari pemfokusan mata pada layar handphone atau perangkat lain dalam waktu yang lama. Pada kondisi ini otot-otot mata dianggap mengalami ketegangan dan mengakibatkan kelelahan.

Sumber: Detik.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *