Salah satu penyebab terjadinya gizi buruk yang terjadi khususnya di daerah Lombok Timur menurut Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dikes Lotim H. Suardi. Tidak hanya karena faktor ekonomi dari orang tua asuh. akan tetapi juga disebabkan karena pola asuh dari orang tua yang salah. hal ini disebabkan karena minimnya pengetahuan orang tua terkait pola suh anak , salah satunya dalam pemberian makan yang baik bagi bayi dan anak.

Mengatasi permasalahan tersebut, Dikes Lotim akan memaksimalkan fungsi posyandu dan sosialisasi terkait gizi bagi para orang tua. salah satunya dengan program baru yang akan dimulai pada tahun 2019 ini, yaitu demo pemberian makan bayi dan anak atau yang dikenal dengan Demo PMBA. Karena hal ini merupakan salah satu upaya mendasar untuk menjamin pencapaian kualitas serta tumbuh kembang anak yakni dengan pemberian makan yang baik sejak anak lahir.

Melalui kegiatan ini, orang tua akan diajarkan melalui praktik langsung bagaiamana cara pengolahan makanan bayi dan anak berikut waktu pemberian, termasuk cara pemberian serta kualitas dan kuantitas makanan yang akan diberikan. masih menurut ibrahim kegiatan ini rencananya akan dilksanakan bersamaan dengan program posyandu yang waktu pelaksanaanya tidak dilaksanakan setiap bulan karena terbatasnya anggaran yang dimiliki .

Sementara itu, terkait dengan masih adanya masyarakat yang masih jarang mengikuti kegiatan posyandu yang disebabkan karena ketidak pahaman akan fungsi dan manfaat posyandu, Dikes Lotim melakukan sweeping dengan mendatangi langsung warga bersangkutan disamping terus memberikan sosialisasi dan pemahaman terkait pentingnya mengikuti Program Posyandu.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *