Rapat koordinasi yang dihadiri Wakil Bupati Lombok Timur, Pimpinan DPRD Lombok Timur,  Dandim 1615 Lombok Timur,  Kapolres Lombok Timur,  Bakesbangpoldagri dan OPD terkait yang berlangsung di Pendopo Bupati senin 11 februari, membahas tentang pelaksanaan pesta adat bau nyale di pantai Kaliantan yang direncanakan berlangsung pada 20 hingga 25 februari mendatang.

Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy selaku pimpinan rapat mempertanyakan jenis perijinan PT. Tamada, investor yang akan membangun fasilitas olah raga kite surfing di pantai tersebut. menurut Bupati. pelaksanaan pesta adat oleh masyrakat terhalangi oleh pagar kawat berduri yang ditanam perusahaan tersebut.

 

Dalam hal ini Pemerintah Daerah perlu mengantisipasi timbulnya kekisruhan saat berlangsungnya pesta adat,

mengingat pada tahun sebelumnya, masyarakat nekad mencabut pagar yang ditanam PT. Tamada.

Menurut Bupati akses masyarakat menuju pantai seyogyanya tidak perlu ditutup. meski begitu, tanpa mengurangi hak perusahaan untuk membangung pariwisata dan fasilitas olah raga, penegakan hukum tak boleh pula dikesampingkan.

Guna membuka jaringan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk melakukan pesta adat, Pemerintah Daerah akan bersurat ke PT. Tamada untuk membuka pagar kawat dimaksud.

 Sementara itu Wakil Bupati Lotim H. Rumaksi Sjamsoedin menyetujui upaya memperluas areal terutama memperbanyak pintu keluar untuk pelaksanaan pesta bau nyale, ia juga menyatakan perlunya sikap tegas pemerintah soal jarak sempadan pantai dengan lokasi bangunan. yang harus dipahami semua pihak, lanjut rumaksi,  regulasi pembatas sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan dan seyogyanya semua pihak tidak keluar dari peraturan hukum yang berlaku. dalam hal ini investor yang hendak melakukan investasi, harus pula mempertimbangkan kearifan lokal pada suatu wilayah.

 Rakor tersebut kemudian memutuskan Pemerintah Daerah akan bersurat ke PT. Tamada agar segera membuka jalur atau akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk melaksanakan Pesta Bau Nyale. perusahaan juga diharapkan membuka pagar kawat berduri yang telah dipasang, karena dinilai telah menyalahi aturan lantaran tidak sesuai dengan jarak sempadan pantai.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *