Kabupaten Lombok Timur memiliki sumberdaya kelautan seluas 1.074,33 km² (40,09%) dari luas wilayah Kabupaten Lombok Timur. Sumberdaya kelautan yang ada terdiri atas hutan mangrove 2.242,56 Ha, terumbu karang 761,10 ha, dan sumberdaya ikan dengan produksi 26.536,9 ton pertahun. Sumber daya ikan terdiri dari perikanan tangkap 12.691,5 ton dan perikanan budidaya 13.845,40 ton. Sektor perikanan sangat menjanjikan untuk dikembangkan kedepan terutama untuk komoditi unggulan berikut :
- Lobster
Peluang inventasi pada budidaya lobster terbuka luas, bukan saja karena permintaan dan harganya tinggi, tetapi juga karena potensi areal pengembangannya yang sangat luas yaitu mencapai 525,68 Ha dan baru dimanfaatkan sebagaian kecil saja yaitu 3,50 Ha. - Rumput Laut
Budidaya rumput laut memiliki prospek yang cukup bagus mengingat permintaan akan produk ini terus meningkat dari tahun ketahun. Potensi pengembangan budidaya rumput laut cukup luas yaitu sekitar 2.000 Ha dan baru diusahakan 46,70 Ha dengan produksi sebesar 14.274,00 ton sehingga peluang inventasi untuk pengembangan budidaya rumput laut ini masih terbuka lebar. - Mutiara
Potensi pengembangan budidaya Mutiara cukup luas yaitu 2.394,50 Ha dan baru dimanfaatkan 1.962,50 Ha dengan tingkat produksi mencapai 0,20 ton. Permintaan Mutiara produksi Lombok sangat diminati baik oleh pembeli dalam Negeri maupun manca Negara karena mutiaranya memiliki keunikan tersendiri yang membedakannya dengan produksi Daerah lain.
Selain perairan tangkap dan budidaya perairan pantai Lombok Timur juga memiliki peluang cukup besar untuk pengembangan perikanan air tawar. Dari data yang ada pada Tahun 2008 potensi produksi prikanan sekitar 21.497 ton, dimana potensi terbesar ada di Kecamatan Aikmel, Pringgasela, Masbagik, Selong, dan lainnya.